Social Items


konsumen-cerdas-era-digital

Perkembangan teknologi yang semakin pesat dari waktu ke waktu telah membawa kita ke era digital yang dimana-mana semua bisa di akses lewat digital. Hampir dari berbagai bidang kehidupan kini  sudah menggunakan teknologi digital sehingga membuat kita dituntut untuk menjadi konsumen cerdas di era digital masa kini.

Kenapa kita harus menjadi konsumen yang cerdas?


Kenapa harus? Saat ini hampir semuanya bisa dibeli lewat online, mulai dari tagihan listrik, telpon, alat transportasi, pesan makanan, hingga berbelanja segala macam kebutuhan harian dan rumah tangga lainnya bisa dibeli lewat akses internet yang membuat kita bisa berbelanja dari mana saja dan kapan saja. Kepraktisan yang ditawarkan pada era digital ini membuat peluang usaha untuk pasar digital menjadi terbuka lebar.

Itulah kenapa saat ini semakin banyaknya bermunculan toko-toko online dengan beribu pilihan produk yang menarik. Dan yang sering menjadi masalah saat membeli produk secara online adalah :

1.     Produk yang diterima konsumen terkadang kondisinya tidak sesuai dengan foto atau dengan yang dipesan.
Kesalahan inipun sering terjadi, lain model produk yang di pesan, lain juga produk yang sampai ke tangan konsumen. Dan jelas ini sangat merugikan konsumen, iya kalau barangnya juga bagus kalau jelek ya konsumen lagi yang dirugikan.
2.     Produk diterima dalam keadaan rusak atau lecet.
Walaupun katanya bisa dilakukan penukaran untuk barang rusak, namun prosesnya akan ribet dan si penjual akan memberikan batas waktu maksimal untuk pengembalian barang yang rusak. Untuk pengembalian berupa uang pun si penjual terkadang menolak dan hanya akan memberikan barang pengganti lainnya yang prosesnya pun juga akan lama.
3.     Produk sampai dalam jangka waktu yang lama.
Untuk hal ini sering konsumen akan merasa risih dan was-was ketika barang yang dipesan belum juga sampai setelah beberapa hari melakukan pemesanan. Sedikit tips dari saya :
o    Dalam hal ini kita sebagai konsumen jangan langsung menghakimi si penjual dengan mengatakan ia telah menipu. Langkah terbaik adalah minta nomor resi pengiriman dan lacak keberadaan barang tersebut pada website jasa pengiriman yang di gunakan.
o    Jangan cerewet kepada si penjual yang selalu bertanya kenapa barang belum juga sampai setelah sekian hari. Cek dimana lokasi si penjual dan cek juga pada jasa pengiriman berapa hari yang dibutuhkan agar barang bisa sampai ke lokasi kita. Jika lokasi kita dan si penjual jauh apalagi berbeda pulau tentu akan memakan waktu yang lebih lama. Cermatlah dalam berbelanja online.
o    Jangan menyalahkan si penjual mengenai barang yang mengalami keterlambatan untuk sampai ke tangan kita, karena yang bertugas dalam pengiriman barang adalah jasa ekspedisinya bukan si penjual. Bisa jadi keterlambatan terjadi karena ada masalah selama diperjalanan atau si pengantar paket sulit menemukan alamat konsumen karena alamat yang kurang lengkap dan nomor telepon yang sulit untuk dihubungi.

4.     Produk yang dipesan diluar ekspetasi kita.
Ya, satu lagi yang sering dialami konsumen dalam berbelanja online adalah bayangan kita akan produk yang akan diterima tidak sesuai dengan kenyataan yang kita harapkan. Produk pakaian misalnya, kita berharap produk akan memiliki bahan yang bagus dan cocok untuk digunakan ternyata malah memiliki ukuran yang tidak sesuai dan bahan yang kurang bagus.

Jika mengalami hal ini jangan langsung menyalahkan si penjual ya, tapi ingatlah apa kita sebagai konsumen sudah membaca detail dari produk yang kita beli? Baik mengenai jenis bahan model, ukuran dan lain sebagainya. Jangan hanya melihat dari foto saja tapi budayakan membaca terlebih dahulu karena biasanya pada setiap produk tersedia keterangan dari produk yang dijual.

 
Jadilah konsumen untuk produk dalam negeri sendiri.

Dari empat poin di atas maka kita sebagai konsumen harus teliti, cermat dan pintar dalam menggunakan teknologi digital dalam hal berbelanja karena sebagai konsumen kita memiliki hak dan kewajiban yang tercantum dalam Pasal 1 ayat 2 UUPK. Dan untuk menciptakan konsumen yang cerdas dalam berbelanja serta paham dengan hak dan kewajiban konsumen maka pada tanggal 20 April telah ditetapkan sebagai Hari Konsumen Nasional seperti yang telah dijelaskan di www.harkonas.id.

http://harkonas.id/koncer.php
Jika kita sebagai konsumen merasa dirugikan sebagai konsumen cerdas di era digital ini kita bisa melakukan hal-hal berikut :
  1. Menghubungi si penjual secara langsung untuk menyampaikan kerugian dan ketidakpuasan atas produk yang diterima.
  2. Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) di daerah setempat.
  3. Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) terdekat. 
  4. Dinas yang menangani perlindungan konsumen di Kabupaten/Kota 
  5. Pos layanan informasi dan pengaduan konsumen
    Hotline : (021)3441839
    Website : http://siswaspk.kemendag.go.id
    E-mail : pengaduan.konsumen@kemendag.go.id
    Whatsapp : 0853 1111 1010
    Google Play Store : Pengaduan Konsumen.

Untuk informasi lebih lanjut bisa dilihat di http://harkonas.id/koncer.php. Demikian artikel dari saya semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan para pembaca dan sekalian bisa menjadi konsumen yang cerdas di era digital ini.

Jadilah Konsumen Cerdas di Era Digital


konsumen-cerdas-era-digital

Perkembangan teknologi yang semakin pesat dari waktu ke waktu telah membawa kita ke era digital yang dimana-mana semua bisa di akses lewat digital. Hampir dari berbagai bidang kehidupan kini  sudah menggunakan teknologi digital sehingga membuat kita dituntut untuk menjadi konsumen cerdas di era digital masa kini.

Kenapa kita harus menjadi konsumen yang cerdas?


Kenapa harus? Saat ini hampir semuanya bisa dibeli lewat online, mulai dari tagihan listrik, telpon, alat transportasi, pesan makanan, hingga berbelanja segala macam kebutuhan harian dan rumah tangga lainnya bisa dibeli lewat akses internet yang membuat kita bisa berbelanja dari mana saja dan kapan saja. Kepraktisan yang ditawarkan pada era digital ini membuat peluang usaha untuk pasar digital menjadi terbuka lebar.

Itulah kenapa saat ini semakin banyaknya bermunculan toko-toko online dengan beribu pilihan produk yang menarik. Dan yang sering menjadi masalah saat membeli produk secara online adalah :

1.     Produk yang diterima konsumen terkadang kondisinya tidak sesuai dengan foto atau dengan yang dipesan.
Kesalahan inipun sering terjadi, lain model produk yang di pesan, lain juga produk yang sampai ke tangan konsumen. Dan jelas ini sangat merugikan konsumen, iya kalau barangnya juga bagus kalau jelek ya konsumen lagi yang dirugikan.
2.     Produk diterima dalam keadaan rusak atau lecet.
Walaupun katanya bisa dilakukan penukaran untuk barang rusak, namun prosesnya akan ribet dan si penjual akan memberikan batas waktu maksimal untuk pengembalian barang yang rusak. Untuk pengembalian berupa uang pun si penjual terkadang menolak dan hanya akan memberikan barang pengganti lainnya yang prosesnya pun juga akan lama.
3.     Produk sampai dalam jangka waktu yang lama.
Untuk hal ini sering konsumen akan merasa risih dan was-was ketika barang yang dipesan belum juga sampai setelah beberapa hari melakukan pemesanan. Sedikit tips dari saya :
o    Dalam hal ini kita sebagai konsumen jangan langsung menghakimi si penjual dengan mengatakan ia telah menipu. Langkah terbaik adalah minta nomor resi pengiriman dan lacak keberadaan barang tersebut pada website jasa pengiriman yang di gunakan.
o    Jangan cerewet kepada si penjual yang selalu bertanya kenapa barang belum juga sampai setelah sekian hari. Cek dimana lokasi si penjual dan cek juga pada jasa pengiriman berapa hari yang dibutuhkan agar barang bisa sampai ke lokasi kita. Jika lokasi kita dan si penjual jauh apalagi berbeda pulau tentu akan memakan waktu yang lebih lama. Cermatlah dalam berbelanja online.
o    Jangan menyalahkan si penjual mengenai barang yang mengalami keterlambatan untuk sampai ke tangan kita, karena yang bertugas dalam pengiriman barang adalah jasa ekspedisinya bukan si penjual. Bisa jadi keterlambatan terjadi karena ada masalah selama diperjalanan atau si pengantar paket sulit menemukan alamat konsumen karena alamat yang kurang lengkap dan nomor telepon yang sulit untuk dihubungi.

4.     Produk yang dipesan diluar ekspetasi kita.
Ya, satu lagi yang sering dialami konsumen dalam berbelanja online adalah bayangan kita akan produk yang akan diterima tidak sesuai dengan kenyataan yang kita harapkan. Produk pakaian misalnya, kita berharap produk akan memiliki bahan yang bagus dan cocok untuk digunakan ternyata malah memiliki ukuran yang tidak sesuai dan bahan yang kurang bagus.

Jika mengalami hal ini jangan langsung menyalahkan si penjual ya, tapi ingatlah apa kita sebagai konsumen sudah membaca detail dari produk yang kita beli? Baik mengenai jenis bahan model, ukuran dan lain sebagainya. Jangan hanya melihat dari foto saja tapi budayakan membaca terlebih dahulu karena biasanya pada setiap produk tersedia keterangan dari produk yang dijual.

 
Jadilah konsumen untuk produk dalam negeri sendiri.

Dari empat poin di atas maka kita sebagai konsumen harus teliti, cermat dan pintar dalam menggunakan teknologi digital dalam hal berbelanja karena sebagai konsumen kita memiliki hak dan kewajiban yang tercantum dalam Pasal 1 ayat 2 UUPK. Dan untuk menciptakan konsumen yang cerdas dalam berbelanja serta paham dengan hak dan kewajiban konsumen maka pada tanggal 20 April telah ditetapkan sebagai Hari Konsumen Nasional seperti yang telah dijelaskan di www.harkonas.id.

http://harkonas.id/koncer.php
Jika kita sebagai konsumen merasa dirugikan sebagai konsumen cerdas di era digital ini kita bisa melakukan hal-hal berikut :
  1. Menghubungi si penjual secara langsung untuk menyampaikan kerugian dan ketidakpuasan atas produk yang diterima.
  2. Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) di daerah setempat.
  3. Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) terdekat. 
  4. Dinas yang menangani perlindungan konsumen di Kabupaten/Kota 
  5. Pos layanan informasi dan pengaduan konsumen
    Hotline : (021)3441839
    Website : http://siswaspk.kemendag.go.id
    E-mail : pengaduan.konsumen@kemendag.go.id
    Whatsapp : 0853 1111 1010
    Google Play Store : Pengaduan Konsumen.

Untuk informasi lebih lanjut bisa dilihat di http://harkonas.id/koncer.php. Demikian artikel dari saya semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan para pembaca dan sekalian bisa menjadi konsumen yang cerdas di era digital ini.

Tidak ada komentar